KOMUNIKASI DALAM JARINGAN KOMPUTER

KOMUNIKASI DALAM JARINGAN KOMPUTER

 Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Jaringan Komputer Yang Diampu Oleh Eddy Prasetyo Nugroho, M.T.

 Oleh : Kokom Komariah ( 1602527 )

 ABSTRAK

 

Communication In Networks or Virtual Communication is a way of communicating  where the delivery and reception of information can be done by using the internet or cyberspace (cyber space). Internet is a medium of communication that is quite effective and efficient with the availability of various facilities such as web, chat (Yahoo massanger, gtalk, email, friendster, facebook, and twitter, etc.). In network communication there is a process done to manipulate the system of a possible system, also make one type of data package into another data, which is called by encapsulation. Encapsulation is performed with a protocol that resides on a higher layer and data to the data format specified by the protocol. Access to internal systems to manage separate interfaces.

 

Kata kunci : Komunikasi dalam jaringan, Encapsulasi lapisan protocol, Rute,  Deskripsi layering.

 

PENDAHULUAN

  1. Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang-lambang yang bermakna bagi kedua pihak, dalam situasi yang tertentu komunikasi menggunakan media tertentu untuk mengubah sikap atau tingkah laku seorang atau sejumlah orang sehingga ada efek tertentu yang diharapkan (Effendy, 2000 : 13). Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan, informasi, dari seseorang ke orang lain (Handoko, 2002 : 30).

  1. Pengertian Komunikasi dalam jaringan

Istilah komunikasi dalam jaringan mengacu pada membaca, menulis, dan berkomunikasi melalui / menggunakan jaringan komputer. Dengan kata lain, komunikasi dalam jaringan adalah cara berkomunikasi di mana penyampaian dan penerimaan pesan dilakukan dengan atau melalui jaringan Internet. Komunikasi yang terjadi di dunia semu tersebut lazim disebut komunikasi di dunia maya atau cyberspace. Perkembangan pertama komunikasi dalam jaringan dimulai pada tahun 1960-an, ketika peneliti Amerika mengembangkan protokol yang memungkinkan mengirim dan menerima informasi atau pesan melalui komputer (Hafner & Lyon, 1996). Protokol tersebut dinamakan ARPANET, yang diluncurkan pada tahun 1969, akhirnya berkembang menjadi Internet. Internet berasal dari interconnected networks yang disingkat menjadi Internetwork, atau Internet, yang digunakan oleh sekitar 200 juta orang di seluruh dunia pada pergantian millennium ke-3.

 

Komunikasi dalam jaringan menjadi mungkin dalam dunia pendidikan pertama kali pada tahun 1980- an, setelah pengembangan dan penyebaran komputer pribadi atau PC(personal computer). Latar belakang komunikasi daring dalam pembelajaran dan penelitian dapat dibagi menjadi dua periode yang berbeda, ditandai oleh pengenalan komputer sebagai media pendidikan pada tahun 1980-an dan munculnya world wide web pada pertengahan 1990-an. Pada periode pertama, sejak pertengahan 1980-an para pendidik menemukan potensi media pendidikan untuk pengajaran bahasa (Cummins, 1986). Integrasi komunikasi yang dimediasi komputer di dalam kelas itu sendiri dibagi menjadi dua: yang pertama, beberapa pendidik mulai menggunakan e-mail untuk mengatur pertukaran informasi jarak jauh, dan yang kedua, pendidik mulai menggunakan program perangkat lunak sinkron (Daedalus Interchange. Daedalus Inc, 1989) untuk memungkinkan percakapan komputer antarkelas.

Begitu banyak fasilitas yang ditawarkan dalam dunia maya untuk melakukan komunikasi, dan keberadaannya semakin membuat manusia tergantung pada teknologi. Ketergantungan tersebut dapat dilihat pada maraknya penjualan ponsel dengan harga murah dan tawaran kelengkapan fasilitas untuk mengakses Internet. Kegemaran berkomunikasi yang bermedia Internet ini menimbulkan suatu komunitas baru yang disebut komunitas virtual.

PEMBAHASAN

  1. Encapsulasi Lapisan Dalam Protocol

Perlu kita ketahui dan pahami bahwa setiap data yang akan kirimkan ke jaringan, harus melalui sebuah proses yang disebut dengan proses data enkapsulation (Enkapsulasi data). Enkapsulasi adalah suatu proses untuk menyembunyikan atau memproteksi suatu proses dari kemungkinan interferensi atau penyalahgunaan dari luar sistem sekaligus menyederhanakan penggunaan sistem itu sendiri, serta membuat satu jenis paket data jaringan menjadi jenis data lainnya. 

Enkapsulasi terjadi ketika sebuah protokol yang berada pada lapisan yang lebih rendah menerima data dari protokol yang berada pada layer yang lebih tinggi serta meletakkan data ke format data yang dipahami oleh protokol tersebut. Enkapsulasi data (Data encapsulation) merupakan proses pemberian informasi (berupa header atau Trailer) data menjadi paket data (PDU = Protocol Data Unit) sebelum dikirimkan ke layer selanjutnya. Dalam OSI Reference model  proses enkapsulasi yang terjadi pada lapisan terendah umumnya disebut sebagai “framing”. Beberapa jenis enkapsulasi lainnya antara lain:

  • Frame Ethernet yang melakukan enkapsulasi terhadap datagram yang dibentuk oleh Internet Protocol (IP), yang dalam datagram tersebut juga melakukan enkapsulasi terhadap paket data yang dibuat oleh protokol TCP atau UDP. Data yang dienkapsulasi oleh protokol TCPatau UDP tersebut sendiri merupakan data aktual yang ditransmisikan melalui jaringan.
  • Frame Ethernet yang dienkapsulasi ke dalam bentuk frame (ATM) agar dapat ditransmisikan melalui backbone ATM.

Lapisan data dalam  OSI merupakan lapisan yang bertanggung jawab dalam melakukan enkapsulasi atau framing data sebelum dapat ditransmisikan di atas media jaringan (kabel, radio, atau, cahaya). Dalam teknologi jaringan LAN, hal ini dilakukan oleh CSMA/CD untuk jaringan ethernet, token passing untuk jaringan token Ring dan lain-lain.

Enkapsulasi membungkus data dengan informasi protokol yang diperlukan sebelum dikirim. Sehingga, ketika bergerak turun melewati layer-layer OSI, paket data menerima header, trailer, dan informasi lain. Lima langkah konversi untuk enkapsulasi data:

  1. Membuat data
  2. Masukkan data dalam segment
  3. Masukkan segment dalam paket atau datagram
  4. Masukkan paket dalam frame
  5. Konversi frame ke pola 1 dan 0 (bit)

2. Perjalanan Transfer Data Dari Pengirim ke Penerima

Untuk memahami proses transfer data, maka kita harus memahami tahapan yang dilakukan dalam proses transfer berikut:

  1. Awalnya data dibuat, ketika memulai proses pengiriman, data turun melalui Application layer (layer 7) yang bertanggung jawab dalam pertukaran informasi dari komputer ke jaringan, pada dasarnya layer ini merupakan interface antara jaringan dengan aplikasi yang digunakan Dapat juga disebut bahwa layer ini berfungsi untuk mendefinisikan request dari user. Kemudian data diteruskan ke layer Presentation (layer 6), yang mana layer ini bertanggung jawab dalam menentukan apakah ia perlu untuk melakukan enkripsi terhadap request ini ataupun ke bentuk lain dari translasi data. Jika proses sudah lengkap, selanjutnya
    ditambahkan informasi yang diperlukan. Lalu di lanjutkan ke Session layer (layer 5)
    yang mana layer ini akan memeriksa apakah aplikasi meminta suatu informasi dan memverifikasi layanan yang diminta itu pada server. Setiap informasi yang akan dilewatkan akan ditambahkan header setiap turun 1 layer. Namun, pada pemrosesan layer 5, 6 dan 7 terkadang tidak diperlukan adanya header. Ini dikarena-kan tidak ada informasi baru yang perlu diproses.
  2. Sampailah data di Transport layer (layer 4), memastikan bahwa ia mempunyai suatu koneksi yang sudah tepat dengan server dan memulai proses dengan mengubah informasi itu ke bentuk segment. Pengecekan error dan penggabungan data yang berasal dari aplikasi yang sama dilakukan di layer transport ini serta keutuhan data di jamin pula di sini. Terbentuk L4PDU dari proses ini.
  3. Selanjutnya segment tersebut diteruskan ke Network layer (layer 3), disini diterima segment-segment tadi dan ditambahkan alamat network untuk station yang merequest dan alamat network untuk server yang di-request. Segment-segment tersebut akan diubah menjadi packet-packet, Kemudian layer Network membuat header Network, dimana didalamnya terdapat juga alamat layer Network, dan ditempatkan L4PDU dibaliknya, dan terbentuklah L3PDU.
  4. Kemudian packet-packet tadi dilewatkan ke layer Data Link (layer 2) dan paket-paket tadi diatur dan kemudian akan dibungkus lagi ke dalam individual frame, salah satu contoh dalam proses ini adalah memberikan alamat MAC tujuan dan MAC address sumber yang kemudian informasi tersebut digunakan untuk membuat trailer. Dikarenakan suatu paket dapat dikirimkan melalui banyak sekali perangkat dan router, disinilah peran MAC Address dalam mengirimkan paket antara satu router dan router lainnya. Kemudian akan ditransmisikan ke media. Seluruh informasi yang ditambahkan oleh tiap layer sebelumnya (sebagai suatu actual file request) harus sesuai ke dalam ukuran 46-1500 byte data field pada frame ethernet. Data link layer bertanggung jawab untuk mengirimkan frame menurut topologi yang digunakan. Terbentuklah L2PDU pada proses ini.
  5. Terakhir, sampailah data di layer Physical (layer 1), informasi akan dibawa dari source menuju Karena Physical layer tidak mengenal frame, ia akan
    melewatkan informasi itu ke bentuk bit. Tidak terjadi penambahan header pada layer ini. Layer Physical ini berhubungan dengan perangkat keras. Akhirnya bit-bit tersebut nantinya akan disinkronisasi dan kemudian diubah menjadi sinyal listrik yang berupa tinggi rendahnya tegangan dan selanjutnya ditransmisikan melalui media. Misalnya dari kabel ke tujuan, hal ini sesuai dengan karakteristik lapisan Physical layer yang menentukan rangkaian kejadian dimana arus bit berpindah melalui medium fisik.

Untuk lebih jelasnya mengenai proses pengiriman data dari sumber ke tempat tujuan, bisa dilihat pada gambar dibawah ini:

 

 

 

 

Gambar Proses Pengiriman Data pada OSI Reference Model

  1. Deskripsi Layering Menggunakan Protocol Graph

Protokol OSPF (Open Shortest Path First) adalah salah satu dari keluarga protokol Routing IP, dan merupakan Protokol Gateway Interior (IGP) untuk Internet, digunakan untuk mendistribusikan informasi routing IP di seluruh Sistem Otonom tunggal (AS) dalam jaringan IP .

 

Protokol OSPF adalah protokol routing link-state, yang berarti bahwa router bertukar informasi topologi dengan tetangga terdekatnya. Informasi topologi dibanjiri di AS, sehingga setiap router dalam AS memiliki gambaran lengkap tentang topologi AS. Gambar ini kemudian digunakan untuk menghitung jalur end-to-end melalui AS, biasanya menggunakan varian dari algoritma Dijkstra. Oleh karena itu, dalam protokol routing link-state, alamat hop berikutnya ke mana data diteruskan ditentukan dengan memilih jalur end-to-end terbaik ke tujuan akhir.

OSPF mampu menyamakan beban di atas beberapa jalur biaya yang sama. Setiap router memelihara database yang mencerminkan topologi yang dikenal sistem otonom yang merupakan bagiannya. Topologi dinyatakan sebagai terarah grafik. Grafik ini terdiri dari hal-hal berikut :- Verteks, atau simpul, dari dua jenis:1. Router2. jaringan, yang pada gilirannya terdiri dari dua jenisa.       transit, jika dapat membawa data yang tidak berasal atau berakhir pada akhir sistem yang terpasang ke jaringan inib.      Rintisan, jika bukan jaringan transit-  Tepian dua jenis:1. Grafik tepi yang menghubungkan dua simpul router saat yang sesuai router saling terhubung satu sama lain melalui tautan langsung point-to-point2. Tepi grafik yang menghubungkan vertex router ke jaringan vertex ketika router terhubung langsung ke jaringan.

Berikut gambaran :

Proses Pemetaan :

1.      Dua router yang tergabung dengan tautan titik-ke-titik diwakili dalam grafik langsung dihubungkan dengan sepasang sisi, satu di setiap arah (misalnya, router 6 dan 10)

2.       Ketika beberapa router terhubung ke jaringan (seperti LAN atau packet switching jaringan), grafik yang diarahkan menunjukkan semua router terhubung secara bidirectional ke titik jaringan (mis., router 1, 2, 3, dan 4 semua terhubung ke jaringan 3).

3.      Jika satu router terhubung ke jaringan, jaringan akan muncul dalam grafik sebagai koneksi rintisan (mis., jaringan 7).

4.      Sistem akhir, yang disebut host, dapat langsung terhubung ke router, di mana case ini digambarkan dalam grafik yang sesuai (misalnya, host 1).

5.      Jika router terhubung ke sistem otonom lain, maka biaya jalannya setiap jaringan dalam sistem lain harus diperoleh oleh beberapa router eksterior protokol (ERP). Setiap jaringan tersebut direpresentasikan pada grafik oleh sebuah rintisan dan sebuah keunggulan.